BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Tampilkan postingan dengan label PHOBIA SEKOLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHOBIA SEKOLAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2010

CARA PENANGANAN PHOBIA SEKOLAH

CARA PENANGANAN

1. Tetap menekankan pentingnya bersekolah
Para ahli pendidikan dan psikolog berpendapat bahwa terapi terbaik untuk anak yang mengalami phobia sekolah adalah dengan mengharuskannya tetap bersekolah setiap hari. Karena rasa takut harus diatasi dengan cara menghadapinya secara langsung. Menurut para ahli tersebut, keharusan untuk mau tidak mau setiap hari masuk sekolah, malah menjadi obat yang paling cepat mengatasi masalah phobia sekolah, karena lambat laun keluhannya akan makin berkurang hari demi hari. Makin lama dia "diijinkan" tidak masuk sekolah, akan makin sulit mengembalikannya lagi ke sekolah, dan bahkan keluhannya akan makin intens dan meningkat. Selain itu, dengan mengijinkannya absen dari sekolah, anak akan makin ketinggalan pelajaran, serta makin sulit menyesuaikan diri dengan teman-temannya.

2. Berusahalah untuk tegas dan konsisten
Berusahalah untuk tegas dan konsisten dalam bereaksi terhadap keluhan, rengekan, rajukan anak yang tidak mau sekolah.

3. Konsultasikan masalah kesehatan anak pada dokter
Jika orangtua tidak yakin akan kesehatan anak, bawalah segera ke dokter untuk mendapatkan kepastian tentang ada atau tidaknya masalah kesehatan anak. orangtua tentu lebih peka terhadap keadaan anaknya setiap hari, perubahan sekecil apapun biasanya akan mudah dideteksi orangtua. Jadi, ketika anak mengeluhkan sesuatu pada tubuhnya (pusing, mual, dsb.), orangtua dapat membawanya ke dokter yang buka praktek di pagi hari agar setelah itu anak tetap dapat kembali ke sekolah. Selain itu, dokter pun dapat membantu orangtua memberikan diagnosa, apakah keluhan anak merupakan pertanda dari adanya stress terhadap sekolah, atau kah karena penyakit lainnya yang perlu ditangani secara seksama.

4. Bekerjasama dengan guru kelas atau asisten lain di sekolah
Pada umumnya para guru sudah biasa menangani masalah phobia sekolah. Orangtua bisa minta bantuan pihak guru atau pun school assistant untuk menenangkan anak dengan cara-cara seperti membawanya ke perpustakaan, mengajak anak beristirahat sejenak di tempat yang tenang, atau pada anak yang lebih besar, guru dapat mendiskusikan masalah yang sedang memberati anak.

5. Luangkan waktu untuk berdiskusi atau berbicara dengan anak
Luangkan waktu yang intensif dan tidak tergesa-gesa untuk dapat mendiskusikan apa yang membuat anak takut, cemas atau enggan pergi ke sekolah. Hindarkan sikap mendesak atau bahkan tidak mempercayai kata-kata anak. Cara ini hanya akan membuat anak makin tertutup pada orangtua hingga masalahnya tidak bisa terbuka dan tuntas. Orangtua perlu menyatakan kesediaan untuk mendampingi dan membantu anak mengatasi kecemasannya terhadap sesuatu, termasuk jika masalah bersumber dari dalam rumah tangga sendiri. Orangtua perlu introspeksi diri dan kalau perlu merubah sikap demi memperbaiki keadaan dalam rumah tangga.

6. Lepaskan anak secara bertahap
Pengalaman pertama bersekolah tentu mendatangkan kecemasan bagi anak, terlebih karena ia harus berada di lingkungan baru yang masih asing baginya dan tidak dapat ia kendalikan sebagaimana di rumah. Tidak heran banyak anak menangis sampai menjerit-jerit ketika diantar mamanya ke sekolah. Pada kasus seperti ini, orangtua perlu memberikan kesempatan pada anak menyesuaikan diri dengan lingkungan baru-nya. Pada beberapa sekolah, orangtua atau pengasuh diperbolehkan berada di dalam kelas hingga 1 - 2 minggu atau sampai batas waktu yang telah ditentukan pihak sekolah. Lepaskan anak secara bertahap, misalnya pada hari-hari pertama, orangtua berada di dalam kelas dan lama kelamaan bergeser sedikit-demi sedikit di luar kelas namun masih dalam jangkauan penglihatan anak. Jika anak sudah bisa merasa nyaman dengan lingkungan baru dan tampak "senang" dengan teman-temannya, maka sudah waktunya bagi orangtua untuk meninggalkannya di kelas.


PENYEBAB PHOBIA SEKOLAH

1. Separation Anxiety
Separation anxiety pada umumnya dialami anak-anak kecil usia balita (18 - 24 bulan). Kecemasan itu sebenarnya adalah fenomena yang normal. Anak yang lebih besar pun (preschooler, TK hingga awal SD) tidak luput dari separation anxiety. Bagi mereka, sekolah berarti pergi dari rumah untuk jangka waktu yang cukup lama. Mereka tidak hanya akan merasa rindu terhadap orangtua, rumah, atau pun mainannya. Tapi mereka pun cemas menghadapi tantangan, pengalaman baru dan tekanan-tekanan yang dijumpai di luar rumah.

Separation anxiety bisa muncul kala anak selesai menjalani masa liburan panjang atau pun mengalami sakit serius hingga tidak bisa masuk sekolah dalam jangka waktu yang panjang. Pada waktu sekolah tiba, anak harus menghadapi ketidakpastian yang menimbulkan rasa cemas dan takut. Namun, dengan berjalannya waktu, anak yang memiliki rasa percaya diri, dapat perlahan-lahan beradaptasi dengan situasi sekolah.

Anak yang mempunyai rasa percaya diri yang rendah, berpotensi menjadi anak yang anxiety prone-children (anak yang memiliki kecenderungan mudah cemas) dan cenderung mudah mengalami depresi. Banyak orangtua yang tidak sadar bahwa sikap dan pola asuh yang diterapkan pada anak ikut menyumbang terbentuknya dependency (ketergantungan), rasa kurang percaya diri dan kekhawatiran yang berlebihan. Contohnya, sikap orangtua yang overprotective terhadap anak hingga tidak menumbuhkan rasa percaya diri keberanian dan kemandirian.

2. Pengalaman Negatif di Sekolah atau Lingkungan
Mungkin saja anak menolak ke sekolah karena dirinya kesal, takut dan malu setelah mendapat cemoohan, ejekan atau pun diganggu teman-temannya di sekolah. Atau anak merasa malu karena tidak cantik, tidak kaya, gendut, kurus, hitam, atau takut gagal dan mendapat nilai buruk di sekolah. Di samping itu, persepsi terhadap keberadaan guru yang galak, pilih kasih, membuat anak jadi takut dan cemas menghadapi guru dan mata pelajarannya. Para ahli mengatakan, bahwa masalah-masalah tersebut sudah dapat menimbulkan stress dan kecemasan yang membuat anak menjadi moody, tegang, resah, dan mulai merengek tidak mau sekolah, ketika mulai mendekati waktu keberangkatan.


3. Masalah Dalam Keluarga
Penolakan terhadap sekolah bisa disebabkan oleh masalah yang sedang dialami oleh orangtua atau pun keluarga secara keseluruhan. Misalnya, anak sering mendengar atau bahkan melihat pertengkaran yang terjadi antara papa-mamanya, tentu menimbulkan tekanan emosional yang mengganggu konsentrasi belajar. Anak merasa ikut bertanggung jawab atas kesedihan yang dialami orangtuanya, dan ingin melindungi.

CIRI-CIRI PHOBIA SEKOLAH

CIRI-CIRI FOBIA SEKOLAH

- Menolak untuk berangkat ke sekolah.
Mau datang ke sekolah, tetapi tidak lama kemudian minta pulang. Pergi ke sekolah dengan menangis, menempel terus dengan mama atau papa atau pengasuhnya, atau menunjukkan tingkahnya seperti menjerit-jerit di kelas, agresif terhadap anak lainnya (memukul, menggigit) atau pun menunjukkan sikap-sikap melawan dan menentang gurunya .


- Menunjukkan ekspresi atau raut wajah sedemikian rupa untuk meminta belas kasih guru agar diijinkan pulang - dan ini berlangsung selama periode tertentu.



- Tidak masuk sekolah selama beberapa hari.


- Keluhan fisik yang sering dijadikan alasan seperti sakit perut, sakit kepala, pusing, mual, muntah-muntah, diare, gatal-gatal, gemetaran, keringatan, atau keluhan lainnya. Anak berharap dengan mengemukakan alasan sakit, maka ia diperbolehkan tinggal di rumah.



- Mengemukakan keluhan lain (di luar keluhan fisik) dengan tujuan tidak usah berangkat ke sekolah.

TINGKATAN DAN JENIS PHOBIA TERHADAP SEKOLAH

TINGKATAN DAN JENIS PHOBIA TERHADAP SEKOLAH

1. INITIAL SCHOOL REFUSAL BEHAVIOR adalah sikap menolak sekolah yang berlangsung dalam waktu yang sangat singkat yang berakhir dengan sendirinya tanpa perlu penanganan.

2. SUBSTANTIAL SCHOOL REFUSAL BEHAVIOR adalah sikap penolakan yang berlangsung selama minimal 2 minggu.

3. ACUTE SCHOOL REFUSAL BEHAVIOR adalah sikap penolakan yang bisa berlangsung 2 minggu hingga 1 tahun, dan selama itu anak mengalami masalah setiap kali hendak berangkat sekolah

4. CHRONIC SCHOOL REFUSAL BEHAVIOR adalah sikap penolakan yang berlangsung lebih dari setahun, bahkan selama anak tersebut bersekolah di tempat itu.

PENGERTIAN PHOBIA SEKOLAH

Phobia adalah suatu gangguan yang ditandai oleh ketakutan yang menetap dan tidak rasional terhadap suatu objek atau situasi tertentu. Sedangkan phobia sekolah adalah bentuk ketakutan terhadap sekolah yang biasanya disertai dengan berbagai keluhan saat ingin berangkat sekolah ataupun pada saat hari libur. Biasanya dialami oleh anak yang bersekolah di sekolah yang baru atau menghadapi lingkungan baru dan mendapatkan suatu pengalaman yang tidak menyenangkan disekolahnya. Phobia sekolah disebut juga dengan istilah SCOLIONOPHOBIA.